Saturday, September 15, 2007 |
Menikmati Jamuan di Bulan Ramadhan |
Allah menganugerahkan kepada kita bulan Ramadhan sebagai tamu agung. Maka berbahagialah apabila kita menyambut dan mengisinya dengan sambutan yang baik dan penuh penghormatan. Alangkah ruginya apabila kita menyambut dan mengisinya dengan biasa-biasa, karena sangat disayangkan jika kebaikan yang Allah siapkan berlalu begitu saja. Pada bulan ini Allah telah mempersiapkan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki di bulan-bulan lainnya. Allah menjanjikan dilipatgandakannya pahala. "Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan pahalanya sepuluh hingga tujuh ratus kali karena shaum adalah untukKu. Akulah yang akan membalasnya, karena orang yang shaum meninggalkan hasrat seksualnya serta makan dan minum demi mencari keridhaanKu." Pintu ampunan pun dibuka selebar-lebarnya. Walaupun kita berlumuran dosa, sesungguhnya ampunan Allah lebih besar daripada itu. Kalau kita merasa jauh dari ampunan Allah, maka Ramadhan lah saat yang paling tepat untuk mendapatkan kasih sayangnya. Saat Ramadhan adalah saat do'a tidak tertolak. Ketika kita berbuka dari shaum, ketika matahari sudah tenggelam, ketika kita siap-siap untuk berbuka, saat itulah saat do'a diijabah. Subhanallah, begitu besar keutamaan yang Allah siapkan bagi kita. Apakah kita tertantang untuk meraihnya? Pasti. Siapa yang tidak tergoda akan jamuan Allah? Usaha kita sekarang bagaimana caranya agar detik-detik Ramadhan terisi dengan amal kebaikan. Saudaraku, mudah-mudahan Ramadhan ini Ramadhan yang terbaik bagi kita, sehingga derajat taqwa layak kita dapatkan. “Allaahummaj'al shiyaamana shiyaaman maqbuula, Wataubatana taubatan nasuuha, Wahijratana hijratan kaffah.” KotaSantri.com
|
posted by Shobah @ 8:01 AM   |
|
|
Sunday, September 9, 2007 |
Surat istri sholehah buat para suami & para calon suami sholeh |
Duhai caLon suamiku.... “Duhai Calon Suamiku..... bila kelak disaat kita hidup bersama kalaulah masih ada yg terlihat salah pada diriku, semoga engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan dan menyatukan hati kita berpesan, "Dan pergaulilah mereka (isterimu) dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS: An Nisa' 19]. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, "Sempurnanya iman seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya) dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku, ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai. (HR. Muslim) Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. bukankah kurang bijaksana bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan pasangan hidupmu? Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku, padahal aku telah taat kepadamu. Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku. Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang, "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan, dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a. pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya." Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku. Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan, mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai istri tanpa kekurangan dan kelemahan. Perbaikilah kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar terhadap istri-istrinya. Duhai Calon Suamiku... Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak? Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, "Mereka yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya." [HR Muslim]. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di istanamu. Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya? Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah. Wahai Allah, Engkau-lah saksi ikatan hati ini... Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku, jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu, hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu, jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku, jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu. Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu, ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu. Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu. Amin ya rabbal alamin. duhai calon suamiku.. siapapun dirimu..ingatlah bahwa bukan urutan pertama, kedua atau ketiga yang kubutuh darimu. tapi hanyalah sebuah komitmen suci atas nama ALLAH.. yang kita sadari bersama bukan kesenangan duniawi semata yag kita cari...hingga kita dapat berbuat seimbang dalam menikmati nikmat dunia dan menabung demi bekal akhirat kelak.. duhai calon suamiku.. bukan diagung-agungkan yg kuinginkan darimu..tapi hanyalah sekedar kerendahan hati untuk saling mengerti dan berbagi suka dan duka itu.. dan motivasi serta saling mengingtkan dalam segala hal untuk memperbaiki diri dari detik ke detik yg kita tidak pernah tau kapan detik terakhir kita di dunia.. duhai calon suamiku...kuharap kaulah lelaki soleh lagi mensolehkan itu, semoga diri yg nista ini..masih pantas mereguk nikmat agung itu.. dan ingatkan aku,,tuk trus bermuhasabah, agar pantas mendampingimu dunia akhirat.. aminnnn,,allahuma aminnnn...” ===================== Dari tetangga sebelah ... Thaxs.... mudahan bisa memberi banyak manfaat & menambah semangat buat terus memperbaiki diri tuk menjadi suami yang baik, imam yang bijak, pendamping yang arif....
|
posted by Shobah @ 11:56 PM   |
|
|
Monday, September 3, 2007 |
Sepenggal doa |
Ya Robb…. Izinkan aku merangkai syukur Atas kesempatan mengenal seorang yg sepesial… Yang kau pilihkan dengan ridhoMu Moga terkabul tuk segera ku miliki.... Robbana… Katakan padanya Betapa aku mencintainya Menyayanginya Menghargainya Menghormatinya Sepenuh perasaanku Meski kan slalu kujaga kadarnya agar tak melebihi cintaku padaMU Robbi… Memandang matanya Aku menemukan keteduhan telaga Berada disampingnya Aku merasakan ketentraman Menikmati hangat cintanya Aku merasakan ketenangan jiwa Raja manusia… Engkaulah sebaik-baik pelindung Jagalah ia, dari perbuatan yang Engkau tidak sukai Jauhkan ia dari perbuatan dhalim kepada dirinya dan kepada siapapun Jauhkan ia dari siapa saja yang mengajaknya untuk semakin jauh dari Mu,.... jauh dari ampunanMu,... jauh dari rahmat Mu,.... jauh dari syurga Mu...... Tunjuki ia jalan lurus Mu Bimbing ia di jalan yang Engkau ridhoi Ringankan langkahnya menuju Mu Lapangkan dadanya untuk menerima setiap kebenaran dari Mu Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami Wahai Dzat penggenggam setiap jiwa .... Jadikan dia permaisuriku .. bidadariku ... teman terbaikku .. Yang bisa menjadi penyejuk kalbu d setiap perjalananku Yang meluruskan ketika aku lengah dan lalai Yang menguatkan ketika aku lemah dan tak berdaya Robb… Aku bukanlah seorang Ali bin abi Thalib yang soleh Karenanya…….. Aku tidak ingin memaksanya menjadi seorang fatimah Biarlah kelemahan itu menjadi milik kami Karena hanya Engkau yang sempurna Ya Allah … Saat ini aku hanya ingin mengatakan Bahwa aku rindu pada dirinya….. Rindu keceriannya.... Rindu canda tawanya .... Rindu omelannya..... Rindu nasehat-nasihatnya ... Rindu cerita-ceritanya .... Robbi... Ijinkan kami untuk terjaga selalu di jalan Mu Robb.... kabulkan setiap untaian do'a yang terpanjat... sebagai pelepas dahaga bagi kami di lelahnya jiwa ini .....
Amiin .....
|
posted by Shobah @ 10:12 PM   |
|
|
|
Segenggam asa |
Ada kala.. Satu sisi kehidupan Begitu pekat, harus dilewati Tidak ada pilihan selain melewati Meskipun tersayat Meskipun perih Meskipun lara Membuncah di relung-relung terdalam Menyisakan goresan luka Juga menenggelamkan mimpi Tapi waktu Kemudian bergegas memaknai Menyiraminya dengan lugas Memupuki dengan aroma ketegaran Hingga bertunas sebuah kekuatan Untuk menopang ringkih jiwa Yang tertatih mengumpulkan puing-puing berserakan Atas perasaan yang berderai derail Atas kenyataan yang tak indah Terang akan bermakna setelah gelap merengkuh Pun air mata tak kan mengubah apa-apa Berpegang pada PEMILIK CAHAYA Yang tidak akan melepas Hingga kapan jua
|
posted by Shobah @ 10:10 PM   |
|
|
|
ANDAI INI RAMADHAN YANG TERAKHIR |
wahai dikau...renungkanlah engkau akan nasib diri wahai qalbu...sadarkah engkau akan gerak hati wahai akal...terfikirkah engkau akan apa yang bakal terjadi andai ini merupakan Ramadhan yang terakhir kali buatmu sekujur jasad yang bakal berlalu pergi tatkala usia bernoktah di penghujung kehidupan duniawi apabila tiba saat tepat seperti yang dijanji Ilahi kematian...adalah sesuatu yang pasti andai kau tahu ini Ramadhan terakhir tentu siangnya engkau sibuk berzikir tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu..merayu...kepada-NYA Tuhan yang satu andai kau tahu ini Ramadhan terakhir tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu solat yang dikerjakan...sungguh khusyuk lagi tawadhu' tubuh dan qalbu...bersatu memperhamba diri menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji "innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin" sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku... kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekelian alam] andai kau tahu ini Ramadhan terakhir tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja di setiap kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran bakal kau dendang...bakal kau syairkan andai kau tahu ini Ramadhan terakhir tentu malammu engkau sibukkan dengan berterawih...berqiamullail...bertahajjud... mengadu...merintih...meminta belas kasih "sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi...aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU" oleh itu duhai Ilahi...kasihanilah daku hamba-MU ini andai kau tahu ini Ramadhan terakhir tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang mari kita meriahkan Ramadhan kita buru...kita cari...suatu malam idaman yang lebih baik dari seribu bulan andai kau tahu ini Ramadhan terakhir tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir mempersiap diri...rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan ...lorong-lorong ridha Ar-Rahman duhai Ilahi.... andai ini Ramadhan terakhir buat kami jadikanlah ia Ramadhan paling berarti...paling berseri... menerangi kegelapan hati-hati kami menyeru ke jalan menuju ridha serta kasihsayang mu Ya Ilahi semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti namun teman... tak akan ada manusia yang bakal mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah berusaha...bersedia...meminta belas-NYA andai benar ini Ramadhan terakhir buat kita ..... ----------------- Sahabatku Hidup di dunia hanyalah mampir... hanyalah mampir Sudah begitu banyak yang hidup sebelum kita dan kini telah tiada Kita hadir.. pun ada saatnya kitapun tiada Lihatlah orang-orang yang gagah perkasa dan penuh kuasa akhirnyapun binasa Yang bergelimang harta kedudukan ujungnya pun kembali ke alam baka Memang dunia hanyalah mampir .. Jangan silau.. jangan terpesona .. dan jangan pernah terperdaya .. Hidup di dunia hanyalah mampir.. untuk berbekal ke tempat kepulangan kita kelak Dengan karya nyata terbaik kita Di jalan Alloh .. karna Alloh ... untuk bisa berjumpa dengan Alloh ... Selamat berjuang saudaraku .. Berbekallah untuk pertemuan dengan Alloh SWT... *). narasi A’Aa Gym “mewangi bunga Dunia -TAZAKKA” PLEASE FORGIVE ALL MISTAKE WICH I EVER HAD MARHABAN YAA RAMADHAN
|
posted by Shobah @ 9:21 PM   |
|
|
Wednesday, August 8, 2007 |
AJAL … sesuatu yang pasti akan menghampiri (sebuah perenungan) |
‘Tiap ummat mempunyai ajal, maka apabila telah datang ajalnya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula mempercepatnya.” (QS. Al A’raf : 34) Ajalku pasti, tapi tidak terlihat oleh pandanganku bilakah tibanya nanti. Ajal yang Alloh janjikan itu tak kan tertangguh sesaatpun, malah Izrail sesekali tidak akan alpa dalam urusannya. Sesungguhnya Malaikat maut menjalankan perintah Alloh SWT dengan tepat dan sempurna, dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja, atau pun orang yang mendapat kecelakaan dan malapetaka. Jika Alloh SWT menetapkan kematian seseorang ketika tertimpa kemalangan, atau ketika diserang penyakit, maka pastinya Izrail mencabut roh orang itu ketika kejadian tersebut. Namun ajal tidak mengenal orang yang sehat, ataupun orang yang kaya yang sedang hidup mewah dibuai kesenangan. Malaikat maut datang tepat pada waktunya tanpa mengira kita sedang ketawa riang atau mengerang kesakitan. Bila ajal telah tiba, maka kematian itu tidak akan tertangguh walau hanya sesaat. Tidak banyak manusia yang mengaitkan kematian itu dengan kehadiran malaikat maut yang datang tepat pada saat ajal seseorang sudah sampai, sedangkan malaikat maut senantiasa berada di sekeliling manusia, mengenal pasti memperhatikan orang – orang yang hayatnya sudah tamat. Sebuah hadist Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahwa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya : “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak tawa. Maka berkata Izrail :” Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Alloh untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak tawa.” 70 kali dalam masa 24 jam. Andai kata manusia sadar hakikat tersebut, niscaya tidak akan lalai mengingat mati. Tetapi malaikat maut adalah makhluk ghaib, manusia tidak melihat kehadirannya, oleh sebab itu manusia tidak menyadari. Tidak heran, jika banyak manusia yang masih mampu bersenang-senang dan bergelak tawa, seolah-olah dia tidak ada masalah yang perlu difikirkan dan direnungkan dalam hidupnya. Walaupun ia adalah seorang yang miskin amal sholeh serta tidak memiliki secuil bekal amalan untuk akheratnya, dan sebaliknya malah banyak melakukan dosa. Itu aku ya Alloh ...... ampunananMu untukku ...... Sabda Rasulullah s.a.w : “sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang usianya dan bagus amal perbuatannya. Seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang usianya dan buruk amal perbuatannya.
(HR Ahmad).
Bayangkan jika jenis manusia yang kedua itu adalah kita. Maka bekal apakah yang akan kita bawa untuk dihisab di akhirat kelak? “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr : 1-3) ====================================== Refleksi jelang miladku 18 08 2007 Semoga sisa usia tambah berkah. Tambah syukurnya & terus semangat memperbaiki diri, lebih dewasa bersikap bertindak & berfikir. Lebih maksimal berikhtiar untuk bekal terbaik di dunia yg msh tersisa untukku & akheratku yang abadi nanti. Tak kan ku kotori daun usia yang tersisa, dengan debu dunia yang menipu . amin Insya Alloh........ bimbing hambaMu ini Ya Alloh...... |
posted by Shobah @ 12:53 AM   |
|
|
Saturday, August 4, 2007 |
THE INSPIRATION 1 ... |
JULIUS CAESAR.. ketika nama ini disebut pasti kita akan teringat dengan sosok komandan perang yang berhasil merebut pantai Brittania karena strateginya yang cukup unik. Dalam catatan sejarah, tercatat bahwa ketika Caesar berhasil mendaratkan pasukannya pada tengah malam yang dingin, sang komandan berdiam diri sejenak, sementara pasukannya sibuk merapatkan dan menyembunyikan perahu-perahu yang sudah mereka tumpangi. Mereka berpikir, setelah pertempuran selesai akan kembali lagi ke kapal induk dengan menggunakan perahu tersebut. Namun, betapa kagetnya seluruh pasukan begitu mendengar perintah sang komandan, “Bakar semua perahu yang sudah kamu daratkan !”. Mereka pun dengan ragu-ragu akhirnya membakar semua perahu sampai hangus. Akhirnya, semua pasukan bertempur habis-habisan, karena mereka berpikir tidak akan kembali lagi. Jadi harus menang atau mati bertempur. Perjalanan menuju sukses kerap kali diwarnai oleh kekhawatiran sehingga terkadang membuat kita cendrung untuk kembali, bahkan mundur dari pergumulan hidup yang selalu dilalui. Hal ini pula yang membuat banyak orang mengalami stagnasi pertumbuhan dalam meraih keberhasilan hanya karena takut tidak berhasil. John C. Maxwell pernah mengatakan, “Kekhawatiran akan menghambat tindakan, tiadanya tindakan menuntun pada tidak adanya pengalaman, tiadanya pengalaman menuntut kita pada ketidaktahuan dan ketidaktahuan akan melahirkan kekhawatiran”. Jadi ketakutan jika tidak disikapi dengan baik,justru akan melahirkan sejumlah kekhawatiran baru. Denis Waitly dalam bukunya Seeds Greatness (1983) memaparkan suatu hasil penelitian yang mengejutkan. Dikatakan bahwa 60 persen kekhawatiran kita sebenarnya sama sekali tidak mendasar, ketakutan itu tidak pernah menjadi kenyataan. Sebanyak 20 persen kekeliruan kita itu terfokus pada masa lalu, yang sama sekali diluar kekuasaan kita. Sedangkan 10 persen kekhawatiran kita didasarkan kepada hal-hal yang sedemikian sepele sehingga tidak menghasilkan perbedaan dalam kehidupan kita. Dari sisa 10 persennya, hanya 4 hingga 5 persen ketakutan itu yang dianggap beralasan. Statistik Denis ini sekaligus menunjukkan bahwa setiap waktu atau energi yang kita serahkan kepada kekhawatiran itu sama sekali sia-sia dan 95 persen tidak produktif, bahkan hal itu pula yang membuat kita enggan untuk memulai sesuatu. Hikmah yang dapat diambil dari cerita di atas adalah, jika sudah memulai sesuatu (tentu berdasarkan pertimbangan yang matang) adalah memadamkan semua kemungkinan untuk kembali. Beberapa ‘daya tarik’ yang mampu menarik kita untuk kembali adalah keterikatan pikiran dan nostalgia kesuksesan masa lalu dan fasilitas yang mungkin masih terkenang dengan segala kemudahannya. Daya tarik yang demikian membuat pikiran kita yang sedikit banyak akan menciutkan nyali untuk menerima tantangan yang ada di mata kita. Itulah sebabnya, kata-kata yang sering muncul dalam kondisi demikian antara lain: ‘dulu’ atau ‘seandainya’. Bahkan, ketika perjalanan kita harus mengalami perubahan rute pun, kembali kejalan awal merupakan pantangan kecuali jika mengalami hal-hal yang memang diluar perencanaan dan kekuasaan manusia. Inilah yang pernah dituturkan oleh Isabel Moore, “Kehidupan ini ibarat jalan satu arah. Seberapa banyakpun perubahan rute yang Anda tempuh, tidak satu pun akan membawa Anda kembali. Begitu Anda mengetahui dan menerima hal itu, kehidupan akan tampak menjadi jauh lebih sederhana.” Peristiwa jendral Julius Caesar di atas sekaligus mengingatkan pada sebuah ilustrasi tentang orang yang menyeberangi jembatan gantung, begitu ia sampai di seberang, ia lalu mengambil api dan memabakar jembatan tersebut sehingga sekalipun ia berhadapan dengan binatang buas atau apa pun yang membahayakan, ia tidak akan kembali tetapi terus menghadapinya. Kalaupun terlalu berat, paling mengubah rute perjalanan. So ayo kita “bakar jembatan” kita, yaitu segala sesuatu yang membuat kita kembali dan surut untuk maju, berkembang dan bertumbuh serta melakukan perubahan-perubahan positif dalam hidup kita. Yang penting bukan dari mana kita memulai, melainkan di mana kita berakhir. Kita hidup untuk masa depan bukan untuk masa lalu ......... If u fail to try u will never know and u will never grow. Takut mencoba berarti gagal untuk tahu sesuatu yg baru karenanya gagal pula untuk berkembang .... |
posted by Shobah @ 12:06 AM   |
|
|
|
|