Saturday, August 4, 2007
THE INSPIRATION 1 ...

JULIUS CAESAR.. ketika nama ini disebut pasti kita akan teringat dengan sosok komandan perang yang berhasil merebut pantai Brittania karena strateginya yang cukup unik. Dalam catatan sejarah, tercatat bahwa ketika Caesar berhasil mendaratkan pasukannya pada tengah malam yang dingin, sang komandan berdiam diri sejenak, sementara pasukannya sibuk merapatkan dan menyembunyikan perahu-perahu yang sudah mereka tumpangi.

Mereka berpikir, setelah pertempuran selesai akan kembali lagi ke kapal induk dengan menggunakan perahu tersebut. Namun, betapa kagetnya seluruh pasukan begitu mendengar perintah sang komandan, “Bakar semua perahu yang sudah kamu daratkan !”.

Mereka pun dengan ragu-ragu akhirnya membakar semua perahu sampai hangus. Akhirnya, semua pasukan bertempur habis-habisan, karena mereka berpikir tidak akan kembali lagi. Jadi harus menang atau mati bertempur.

Perjalanan menuju sukses kerap kali diwarnai oleh kekhawatiran sehingga terkadang membuat kita cendrung untuk kembali, bahkan mundur dari pergumulan hidup yang selalu dilalui. Hal ini pula yang membuat banyak orang mengalami stagnasi pertumbuhan dalam meraih keberhasilan hanya karena takut tidak berhasil. John C. Maxwell pernah mengatakan, “Kekhawatiran akan menghambat tindakan, tiadanya tindakan menuntun pada tidak adanya pengalaman, tiadanya pengalaman menuntut kita pada ketidaktahuan dan ketidaktahuan akan melahirkan kekhawatiran”. Jadi ketakutan jika tidak disikapi dengan baik,justru akan melahirkan sejumlah kekhawatiran baru.

Denis Waitly dalam bukunya Seeds Greatness (1983) memaparkan suatu hasil penelitian yang mengejutkan. Dikatakan bahwa 60 persen kekhawatiran kita sebenarnya sama sekali tidak mendasar, ketakutan itu tidak pernah menjadi kenyataan. Sebanyak 20 persen kekeliruan kita itu terfokus pada masa lalu, yang sama sekali diluar kekuasaan kita. Sedangkan 10 persen kekhawatiran kita didasarkan kepada hal-hal yang sedemikian sepele sehingga tidak menghasilkan perbedaan dalam kehidupan kita. Dari sisa 10 persennya, hanya 4 hingga 5 persen ketakutan itu yang dianggap beralasan. Statistik Denis ini sekaligus menunjukkan bahwa setiap waktu atau energi yang kita serahkan kepada kekhawatiran itu sama sekali sia-sia dan 95 persen tidak produktif, bahkan hal itu pula yang membuat kita enggan untuk memulai sesuatu.

Hikmah yang dapat diambil dari cerita di atas adalah, jika sudah memulai sesuatu (tentu berdasarkan pertimbangan yang matang) adalah memadamkan semua kemungkinan untuk kembali. Beberapa ‘daya tarik’ yang mampu menarik kita untuk kembali adalah keterikatan pikiran dan nostalgia kesuksesan masa lalu dan fasilitas yang mungkin masih terkenang dengan segala kemudahannya. Daya tarik yang demikian membuat pikiran kita yang sedikit banyak akan menciutkan nyali untuk menerima tantangan yang ada di mata kita. Itulah sebabnya, kata-kata yang sering muncul dalam kondisi demikian antara lain: ‘dulu’ atau ‘seandainya’.

Bahkan, ketika perjalanan kita harus mengalami perubahan rute pun, kembali kejalan awal merupakan pantangan kecuali jika mengalami hal-hal yang memang diluar perencanaan dan kekuasaan manusia. Inilah yang pernah dituturkan oleh Isabel Moore, “Kehidupan ini ibarat jalan satu arah. Seberapa banyakpun perubahan rute yang Anda tempuh, tidak satu pun akan membawa Anda kembali. Begitu Anda mengetahui dan menerima hal itu, kehidupan akan tampak menjadi jauh lebih sederhana.”

Peristiwa jendral Julius Caesar di atas sekaligus mengingatkan pada sebuah ilustrasi tentang orang yang menyeberangi jembatan gantung, begitu ia sampai di seberang, ia lalu mengambil api dan memabakar jembatan tersebut sehingga sekalipun ia berhadapan dengan binatang buas atau apa pun yang membahayakan, ia tidak akan kembali tetapi terus menghadapinya.

Kalaupun terlalu berat, paling mengubah rute perjalanan. So ayo kita “bakar jembatan” kita, yaitu segala sesuatu yang membuat kita kembali dan surut untuk maju, berkembang dan bertumbuh serta melakukan perubahan-perubahan positif dalam hidup kita. Yang penting bukan dari mana kita memulai, melainkan di mana kita berakhir. Kita hidup untuk masa depan bukan untuk masa lalu .........

If u fail to try u will never know and u will never grow. Takut mencoba berarti gagal untuk tahu sesuatu yg baru karenanya gagal pula untuk berkembang ....

posted by Shobah @ 12:06 AM  
2 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
Anda Pengunjung ke
free web counter
free web counter
about me
My Photo
Name:
Location: Balikpapan Madinatul Iman, Kalimantan Timur, Indonesia

Friendly ... selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, bertumbuh & berkembang... & more . doakan semoga bisa istiqomah untuk semangat memperbaiki diri ... DO THE BEST 4 DUNIA KITA & AKHERAT KITA

Udah Lewat
Archives
BUKU TAMU
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
reader

Links
Indonesian Muslim Blogger
Template by
Free Blogger Templates